2010-01-24

16 Kawasan Konservasi di Sultra Masih Terpelihara

Kendari (ANTARA News) - Sedikitnya 16 kawasan konservasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) secara umum masih cukup terpelihara dengan baik, kecuali Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN-RAW).

TN-RAW berada di wilayah segi tiga perbatasan di tiga kabupaten yakni Kabupaten Konsel, Bombana, dan Kabupaten Kolaka. Di TN-RAW sudah sulit untuk mengembalikan satwa yang pernah berkembangbiak.

Satwa langka dan dilindungi di TN-RAW itu adalah Rusa dan Anoa, sudah jarang ditemukan lagi di kawasan itu akibat penyerobotan kawasan yang terjadi sejak tahun 2000-an, kata anggota DPRD Sultra, Abdul Hasan Mbou di Kendari, Sabtu.

Menurut politisi dari Partai Patriot (Sutra), untuk menghindari agar tidak lagi terjadi penyerobotan kawasan konservasi, harus ada kerja sama oleh tim terpadu untuk memberantas oknum yang melakukan penyerobotan kawasan tersebut.

Di kawasan konservasi itu, terdapat ada beberapa jenis flora dan fauna yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia maupun di negara lain, sehingga kelestariannya harus dijaga agar bisa disaksikan oleh generasi di masa datang, katanya.

"Jadi keterpaduan semua pihak dalam penyelamatan kawasan konservasi sangat perlu baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kalangan LSM dan masyarakat setempat," katanya.

Hasan Mbou yang juga Ketua DPW Pemuda Pancasila Sultra mengatakan, penyelamatan konservasi tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi teknis tetapi harus beberapa instansi teknis seperti Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan masyarakat yang ada disekitar kawasan itu.

"Saya kira kalau hanya melibatkan satu instansi tidak mungkin permasalahan kawasan bisa langsung teratasi, karena di dalamnya sangat berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat," katanya.

Ia mengajak semua pihak terkait di Sultra, agar tidak setengah hati dalam usaha mengamankan kawasan konservasi yang ada dari berbagai aktifitas yang dapat merusak kelestariannya.

Salah satu dukungan yang sangat diharapkan adalah dalam upaya memberi pemahaman pada berbagai kalangan mengenai fungsi dan manfaat kawasan konservasi.

Karena itu, kata Hasan Mbou, dengan adanya pemahaman oleh semua pihak, mereka tidak akan mungkin mau merusak kawasan konservasi tersebut.


Sumber : ANTARA News (Sabtu, 16 Januari 2010 23:28 WIB)
Privacy Policy - KELOMPOK PEDULI ALAM DJEMARI PEKANBARU (Riau) Copyright @ 2011 - Theme by djemari.org