2010-12-28

40 Hektare Untuk Gajah

Pekanbaru - Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyiapkan lahan seluas 40 hektare untuk pembangunan pusat konservasi gajah sumatra yang pendanaannya dibantu Belgia.

"Lokasi pembangunan pusat konservasi gajah menempati zona pemanfaatan taman nasional dan sudah ada sekitar 40 hektare lahan di taman nasional yang diplot untuk lokasi tersebut," kata Kepala Balai TNTN Hayani Suprahman kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan lokasi PKG tepatnya berada di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kabupaten Pelalawan. Lokasi itu juga berdekatan dengan kamp pasukan gajah latih Flying Squad, binaan WWF dan perusahaan swasta. "Akhir tahun ini saya rasa sudah bisa dibangun," ujarnya.

2010-12-27

Akademisi: Trembesi Bisa Serap 28,5 Ton Karbondioksida Per Tahun

Sukabumi - Akademis yang juga dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Endes N Dahlan, menuturkan trembesi dewasa bisa menyerap gas karbondioksida sebanyak 28,5 ton/tahunnya.

"Dari hasil penelitian pada trembesi dengan diameter dahan 10-15 meter bisa menyerap karbondioksida 28,5 ton per tahun," ungkap Endes kepada ANTARA usai mengikuti penanaman pohon trembesi di Pondok Pesantren Azzainiyah-Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat, Kamis.

Lebih lanjut Endes menjelaskan, di antara 43 jenis tanaman yang diteliti, bahkan ditambah 26 jenis tanaman lain, daya serap karbondioksida trembesi tetap terbesar. "Sehingga pohon ini bisa mengeluarkan gas oksigen yang cukup besar untuk kepentingan hidup umat manusia," tambahnya.

2010-12-26

Flora-Fauna Langka Lasem Dijaga Ketat

Rembang - Sejumlah flora dan fauna langka yang dilindungi di kawasan Pegunungan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dijaga ketat oleh personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kebonharjo menyusul ditetapkannya daerah itu sebagai kawasan lindung.

"Sejak ditetapkan sebagai kawasan lindung pada 2009, sejumlah flora dan fauna langka kami lindungi agar tidak punah," kata Hubungan Masyarakat KPH Kebonharjo Sujono di Rembang, Selasa.

Ia menyebutkan bahwa kawasan Pegunungan Lasem merupakan habitat fauna langka seperti elang hitam, kijang, dan belibis.

"Mengantisipasi perburuan liar, di beberapa titik kami pasang tanda peringatan larangan berburu," katanya seraya menambahkan bahwa pihaknya akan memidanakan siapa saja yang melanggar peringatan tersebut.

2010-12-25

Populasi Harimau TN Bukit Tigapuluh Meningkat

Ilustrasi
Pekanbaru - Populasi Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Provinsi Riau diperkirakan meningkat dan menjadi indikasi bahwa upaya konservasi di kawasan tersebut berhasil.

"Populasi harimau di TNBT diperkirakan bertambah sekitar 20 ekor," kata Kepala Balai TNBT Halasan Tulus di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, perkiraan meningkatnya populasi satwa dilindungi itu berdasarkan identifikasi berdasarkan loreng harimau yang tertangkap gambarnya melalui kamera jebakan (camera trap). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, lanjutnya, jumlah individu harimau yang ada kini diperkirakan mencapai 60 ekor.

2010-12-24

Banyak Wisatawan Kunjungi Ujung Kulon

ilustrasi
Pandeglang - Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Agus Priambudi, menjelaskan bahwa selama ini cukup banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang mengunjungi kawasan hutan tropis yang menjadi habitat badak jawa itu.

"Cukup banyak wisatawan yang datang ke TNUK, untuk melihat secara langsung berbagai objek yang ada di kawasan ini," katanya di Pandeglang, Selasa.

2010-12-23

Populasi Ikan Tapah di Waykanan Diperkirakan Bertambah

Ilustrasi
Waykanan, Lampung - Para pencari ikan di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung meyakini populasi ikan purba jenis tapah atau dalam bahasa latin disebut "Wallago Leerie" di daerah itu bertambah.

"Tapah di daerah ini lumayan meningkat jumlahnya dibandingkan tahun sebelumnya karena sekali beranak bisa ribuan ekor," ujar pencari ikan daerah itu, Samudin (49), di Waykanan, yang berada sekitar 200 km sebelah utara kota Bandarlampung, Selasa.

2010-12-22

Puluhan Hektare Hutan Lindung Gunung Dempo Musnah

Ilustrasi
Pagaralam, Sumsel (ANTARA News) - Sekitar 55 hektare hutan lindung di kaki gunung Dempo di Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, musnah.

Pantauan, ANTARA, kerusakan hutan lindung di kaki Gunung Dempo cukup parah karena sudah beralih fungsi menjadi perkebunan sayur, kopi dan lahan kosong.

"Kami sudah mendata ada sekitar 55 hektare hutan lindung di kaki Gunung Dempo tempatnya di perbatasan kebun teh milik PTPN VII Afdeling IV rusak parah, bukan saja sudah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan tapi menjadi penyebab sering terjadi banjir bandang di sekitar kawasan kota," kata Lurah Dempo Makmur, Yansari, Senin.

2010-12-19

Camilla Belle

Camilla Belle Routh aktris hollywood akan membintangi drama berjudul Zebras. Bersama Ryan Kwanten, lawan mainnya, film tersebut disutradarai oleh Bruce Beresford, sutradara kawakan asal Australia yang turut memproduksi film Driving Miss Daisy dan Double Jeopardy.

Seperti dikutip dari Popsugar, Minggu 14 November 2010, Zebras, yang naskahnya ditulis oleh David Williamson merupakan film berdasarkan kisah nyata seorang produser musik yang menemukan talenta-talenta pesepakbola muda di perkampungan di Soweto, Afrika Selatan.

Dalam perjalanannya, para pesepakbola berbakat tersebut kemudian dibentuk dalam sebuah tim yang kemudian meraih sukses. Tim sepakbola itu diberi nama Zebras, karena terdiri atas campuran antara pemain kulit hitam dan putih.

2010-12-17

Hujan Es di pulau Bali

Denpasar BALI - Hujan deras berserta kerikil Es menerpa sebagian wilayah Kabupaten Badung dan Denpasar, Bali. Kejadian pada Kamis (16/12) sekitar pukul 15.30 Wita, itu dirasakan di wilayah Kerobokan Kabupaten Badung dan Jalan Gajah Mada Denpasar.

Es yang jatuh berupa butiran kecil seperti kerikil. "Ini baru pertama kalinya saya melihat ada hujan es," kata Wayan Gendra, 60 tahun, warga yang yang tinggal di Kerobokan, Badung itu. Kejadian berlangsung sekitar setengah jam dan sempat mengagetkan warga. Namun kejadian itu tidak menyebabkan kerusakan apa pun.

Warga kota Denpasar, mendadak dikejutkan dengan suara gemuruh petir disertai turunnya hujan es yang mengguyur sejumlah lokasi.

2010-12-14

Marcella Zalianty & Ananda Mikola

Ananda Mikola sangat berbahagia bisa menjadi suami Marcella Zalianty. Wajar saja, karena sejak usia remaja, pembalap nasional itu sudah jatuh cinta dengan Marcella.

Sudah belasan tahun Ananda jatuh cinta dengan wanita kelahiran 7 Maret 1980 itu. Namun, sejak itu pula, Ananda selalu ditolak Marcella. Meski keduanya sering berganti pasangan, namun cinta Ananda dengan Marcella rupanya tidak pernah padam.

2010-12-06

Tanaman yang dapat digunakan untuk reboisasi lahan kritis

1)    Jati (tectona Grandis)
Karakteristik Jati:
Tumbuh didaerah yang memiliki musim kering yang nyata (3-5 bulan), dengan curah hujan kira-kira 1.250.250 mm/tahun, dengan ketinggian kurang dari 700 m Dpl.
Tinggi pohon mencapai 45 m dengan panjang batang bercabang 15-20 m dan diameter mencapai 220 cm. Dengan bentuk batang umumnya bulat lurus, kulit kayu agak tipis dan beralur.

2)    Jelutung (Dyera Costulata)
Hidup di pulau Sumatra kecuali Lampung dan bengkulu, serta Kalimantan kecuali Kalimantan selatan
Karakteristisnya:

2010-12-01

Orangutan dengan Transmiter Mulai Dilepasliarkan

Jambi (ANTARA News) - Delapan orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang telah dipasangi pemancar (transmitter) mulai dilepasliarkan secara bertahap di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Menurut Manajer Stasiun Reintroduksi Orangutan Sumatera Frankfurt Zoological Society (FZS), Julius Paolo Siregar, masa pelepasliaran disesuaikan dengan masa musim buah di hutan yang berlangsung Oktober hingga akhir Maret.

Dari delapan ekor orangutan, dua diantaranya yakni Abel dan Sakdiyah telah dilepasliarkan pada akhir Oktober.

National Geographic Buat Film di Sintang

(istimewa)

Sintang (ANTARA News) - National Geographic berencana mendokumentasikan kehidupan orang utan dan masyarakat di Sintang. Aktivis "Orang utan Outreach", Dr Willie Smits mengatakan lembaganya sudah menjalin kerjasama dengan Microsoft, Taking IT Global yang merupakan website non profit terbesar di dunia dan National Geographic.

"Rencananya kita akan membuat film dokumenter mengenai kehidupan orang utan yang akan melibatkan anak-anak dalam bentuk film tiga dimensi," katanya di Sintang, Rabu.

2010-11-30

Tumpang Tindih Lahan Pertambangan Batu Bara Dengan Kawasan Hutan

Jambi (ANTARA News) - Dinas Pertambangan provinsi Jambi berharap Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dapat menjembatani pengurusan izin pinjam pakai kawasan hutan ke Menteri Kehutanan.

Langkah ini perlu guna menjamin kepastian hukum bagi investor akibat tumpang tindihnya lahan pertambangan batu bara dengan kawasan hutan, kata Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Jambi, Irmansysah Rachman, Rabu.

"Kita harus menjaga citra iklim investasi positif di Jambi. Harus ada kepastian hukum soal lahan pertambangan yang tumpang tindih dengan kawasan hutan."

Burung-burung Asli Merapi Terancam Punah

 
Seekor burung merak/ilustrasi

Bogor (ANTARA News) - Sejumlah spesies burung asli penghuni Gunung Merapi terancam punah akibat erupsi gunung tersebut sejak 26 Oktober, kata pakar satwa burung LIPI, Dr Dewi M Prawiradilaga di Bogor, Selasa.

Menurut Dewi, tidak mustahil erupsi tersebut berdampak pada kepunahan banyak jenis burung khususnya burung yang hidup dipermukaan tanah dan semak-semak.

2010-11-29

TNKS Kekurangan Personel Polisi Kehutanan

Kerinci, Jambi (ANTARA News) - Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) yang berkantor pusat di Kota Sungai Penuh, Jambi, mengungkapkan hingga saat ini masih kekurangan personel Polisi Kehutanan (Polhut).

"Ya, sampai saat ini kita masih sangat kekurangan pesonil Polhut untuk mengamankan hutan TNKS yang sangat luas ini. Dengan personel yangada saat ini kia telah berupaya semaksimal mungkin menjaga kelestarian kawasan ini," ungkap Kepala BBTNKS Ir Luhut Sihombing Melalui Staf Humas dan Evaluasi Lapangan (Evlap) Yohan Hendratmoko di Kerinci, Jumat.

Dikatakan Yohan, saat ini satuan Polhut hanya memiliki 130 personel. Dari ke 130 personel tersebut di sebar ke berbagai kawasan terluar TNKS seperti di Kerinci, Merangin, Sumbar, Sumsel dan Bengkulu.

Puluhan Gajah Rusak Kebun Sawit Warga Tebo

Muaratebo, Jambi (ANTARA News) - Puluhan gajah liar kembali merusak kebun karet dan sawit warga di Desa Tanjung Pucuk Jambi, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Menurut Camat VII Koto, Romi, SPT ketika dihubungi Jumat, kawanan gajah liar yang berjumlah sekitar 40-an ekor telah merusak lahan warga sejak dua bulan terakhir ini.

"Gajah-gajah liar kembali mengamuk dan merusak kebun warga, saat ini tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi sedang menghalau kawanan gajah untuk pergi dari kebun warga," ujar Romi.

2010-11-28

Ilmuwan Berjuang Selamatkan Spisies Langka

Jakarta (ANTARA News/Reuters) - Para ilmuwan sedang berjuang untuk mendapatkan gambaran penuh berbagai jenis satwa liar di seluruh dunia setelah perubahan iklim, eksploitasi manusia dan polusi mengancam "kepunahan massal", demikian serangkaian penelitian yang diterbitkan, Rabu.

16 penelitian yag dibahas dalam edisi khusus Philosophical Transactions of the Royal Society di London mengungkapkan bahwa sains tidak memiliki catatan lengkap spesies dari hewan sampai tanaman dan mikroba justru ketika spesies-spisies itu punah lebih cepat daripada sebelumnya.

Kekhawatiran semacam itu telah mendorong PBB menyatakan tahun 2010 sebagai Tahun Biodiversitas Internasional, dan pemerintah mencoba menyetujui target konservasi 2020 pada konferensi dua minggu di kota Nagoya Jepang, yang berakhir Jumat.

Laut Dumai Tercemar Limbah Domestik

Dumai (ANTARA News) - Perairan laut Kota Dumai, kawasan pesisir Riau yang berhampiran dengan perairan internasional Selat Melaka, telah tercemar limbah domestik dan industri.

"Karena tidak adanya pengawasan di kawasan pesisir Riau ini telah memunculkan masalah lingkungan yang cukup mengkhawatirkan akibat pembuangan limbah, mulai dari limbah industri hingga limbah rumah tangga," kata seorang pejabat di Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Dumai yang membidangi masalah Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Emi Yuzar, di Dumai, Senin.

Ia mengatakan, dari hasil penelitian, kontribusi limbah domestik (rumah tangga) semakin membesar setiap bulannya hingga mencapai 40 persen. Pencemaran terjadi ada yang secara langsung maupun tidak langsung.

2010-11-27

Keluarga Harimau Bersarang Dekat Pemukiman Warga

Bengkalis (ANTARA News) - Sepasang harimau sumatra beserta tiga anaknya sejak Senin (18/10) bersarang di semak belukar dekat pemukiman warga di Desa Tanjung Leban, Bukit Batu, Bengkalis, Riau.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Senin, keluarga harimau liar itu juga tidak segan untuk menampakkan diri dengan warga yang berada di sekitarnya.

"Semak itu udah kayak sarangnya, dia terus ada di sana dalam dua hari ini," kata Purwanto (39). seorang warga sekitar.

Keluarga Harimau Bersarang Dekat Pemukiman Warga

Bengkalis (ANTARA News) - Sepasang harimau sumatra beserta tiga anaknya sejak Senin (18/10) bersarang di semak belukar dekat pemukiman warga di Desa Tanjung Leban, Bukit Batu, Bengkalis, Riau.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Senin, keluarga harimau liar itu juga tidak segan untuk menampakkan diri dengan warga yang berada di sekitarnya.

"Semak itu udah kayak sarangnya, dia terus ada di sana dalam dua hari ini," kata Purwanto (39). seorang warga sekitar.

2010-11-26

"Illegal Logging" Pemicu Kerusakan 65 Persen Hutan Babel

Pangkalpinang (ANTARA News) - Kerusakan hutan di Provinsi Bangka Belitung, sebagian besar terjadi akibat praktik penebangan tidak sah atau "Illegal Logging" dengan tingkat kerusakan mencapai 65,18 persen.

"Sejak 2007 hingga 2010 saja ada 141 kasus penebangan ilegal dan kerusakan makin diperparah dengan pembukaan tambang di kawasan hutan lindung," kata Kepala Dinas Kehutanan Babel, Sukandar di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, kasus `illegal loging` tersebar di enam kabupaten yaitu di Kabupaten Bangka sebanyak 14 kasus, Belitung enam kasus, Bangka Selatan 23 kasus, Bangka Tengah 28 kasus, Bangka Barat 34 kasus dan Belitung Timur 36 kasus.

Pagaralam Krisis Pohon Pencegah Banjir Dan Longsor

Pagaralam, Sumsel (ANTARA News) - Kawasan Daerah Aliran Sungai yang melintasi pemukiman dalam Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, krisis tanaman pohon pelindung yang berfungsi mencegah banjir dan tanah longsor.

"Ada ribuan pohon penghijauan ditanam bukan hanya di Daerah Aliran Sungai saja tapi termasuk di sejumlah hutan lindung dan hutan marga, namun banyak yang mati dan hilang," kata Kadis Kehutanan dan Perkebunan Pemkot Pagaralam, Ir Hasan Bahrin, Senin.

Menurut dia, ada beberpa sungai yang kondisinya sudah kritis dan cukup rawan longsor apalagi musim hujan sering terjadi banjir seperti sungai Lematang, Selangis, Air Betung dan ada beberapa sungai lainnya sering meluap.

2010-11-25

Kerusakan Hutan Indonesia Semakin Parah

Sebuah kawasan penebangan hutan di provinsi Jambi, pulau Sumatera, Kamis (5/8). (ANTARA/Fanny Octavianus)
Palembang (ANTARA News) - Tingkat kerusakan hutan Indonesia semakin parah, kata Zulfahmi, juru bicara pecinta lingkungan Greenpeace pada talkshow di kawasan hijau Kambang Iwak Palembang, Sabtu.

Dia mengungkapkan, keseluruhan setiap tahun 1,8 juta hektare (ha) hutan Indonesia terdekradasi akibat penebangan hutan sekala besar.

Wilayah Sumatera, berdasarkan pantauan Greenpeace dari udara dalam tiga bulan terakhir, hampir setiap tempat ada kegiatan penebangan hutam dalam skala besar, katanya.

Harimau Sumatera Terperangkap Jaring Babi

Tapaktuan (ANTARA News) - Seekor harimau Sumatera (Pathera Tigris Sumatrae) yang masih menyusui ditemukan terperangkap jaring babi di Gampong (desa) Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

"Harimau yang terjerat perangkap babi hutan selama tiga jam itu ditunggui induknya dan berhasil dilepaskan kembali oleh seorang warga, Tengku Abrar Muda," kata Camat Trumon Timur Lahmuddin di Tapaktuan, Kamis.

Anak harimau yang memiliki tinggi sekitar 50 sentimeter dan panjang satu meter itu terperangkap sekitar pukul 06.00 WIB di sebuah kebun yang berada 500 meter dari pemukiman penduduk.

2010-11-24

Macan Dahan Ditangkap lalu Dijual

Tembilahan (ANTARA News) - Seekor macan dahan (Neofelis nebulosa) ditangkap warga Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka lalu dijual Rp 1 juta kepada warga Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh ANTARA News, macan dahan tersebut ditangkap pada Kamis (7/10) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu seorang warga diketahui bernama Udin (40) tahun sedang memeriksa pembakaran arang tak jauh dari rumahnya.

Udin menggunakan senter yang dipasang di kepala. Saat itu senternya menyorot sosok dari kegelapan.

Harimau Sumatera di Ambang Kepunahan

Medan (ANTARA News) - Keberadaan Harimau Sumatera yang berada di beberapa provinsi di Sumatera terancam punah akibat semakin tingginya perambahan hutan yang menjadi habitat hidupnya hewan satwa langka tersebut.

Direktur Sumatra Rainforest Insitute (SRI) Rasyid Assaf Dongoran, di Medan, Minggu, mengatakan, dewasa ini perambahan hutan makin banyak dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini pupulasi Harimau Sumatra ( Phantera tigris sumatrae) tersebar terbatas di beberapa wilayah hutan yang terbatas yakni Aceh, Sumatera, Riau, Sumatera Barat Lampung dan Jambi dengan pupulasi diperkirakan tidak lebih dari 300-400 ekor.

2010-11-23

Biosphere Reserves Not Tiger Relocation Solutions

Pekanbaru (ANTARA News) - The world conservation organization World Wildlife Fund rate, the policy relocate wild tigers in conflict with the residents in the Biosphere Reserve buffer zone of Bukit Batu not the main solution.

"Translocation or relocate tigers from their natural habitat is not the only solution to human conflict permasalan versus tiger that continues to happen," said WWF spokesman Syamsidar Riau in Pekanbaru, on Sunday.

A few days ago Kasi Region III Center for the Natural Resources Conservation (KSDA), Riau, Hutomo, stating, according to the rules of the wild tigers in conflict with humans in Biosphere Reserve buffer zone of Bukit Batu be relocated.

Tiger Feet Disabilities Human Prey

Pekanbaru (ANTARA News) - The wild tiger in conflict with humans in the area of Biosphere Reserve Bukit Batu, Riau Province, it has long been a disability on his hind legs and thought it was a striped animal that causes human pounce.

"The tiger seemed to have been long enough defect in his right rear leg due to hit the snare, and it makes it difficult to hunt in the woods and eventually pounce on human and animal residents," said coach Sumatran Tiger Conservation Foundation (YPHS), Bastoni, when contacted from Pekanbaru , Saturday.

2010-11-22

Autopsies Tiger Resources Conservation Service in the Middle Road

A resident saw Sumatran tiger carcass in the office of the Natural Resources Conservation Center (BBKSDA) of Riau, Pekanbaru, on Friday (1 / 10). (ANTARA FB Anggoro)
Pekanbaru, 2 / 10 (Xinhua) - The medical team Central Natural Resources Conservation (BBKSDA) Riau Province conducted an autopsy on the corpse Sumatran tiger in the middle of the road which is behind the office, in Pekanbaru, Saturday.
Based pantuan ANTARA attending autopsies, hall officials put the estimated tiger was 4-5 years old on the asphalt road paved with blue tarpaulin. It was already dark conditions, so the medical team was forced to use emergency halogen lamp used during power outages.

WWF: Kematian Harimau Akibat Penangkapan Luar Prosedur

Pekanbaru (ANTARA News) - Organisasi konservasi dunia World Wildlife Fund (WWF) menyatakan, kematian seekor harimau liar di kawasan Cagar Biosfer Bukit Batu, Riau, akibat penangkapan yang tidak sesuai prosedura terhadap penanganan satwa yang dilindungi itu.

"Kita sangat menyayangkan karena instansi terkait tidak melibatkan paramedis dalam proses penangkapan harimau, padahal kehadiran paramedis merupakan standar prosedur penanganan satwa liar," kata Humas WWF Riau, Syamsidar, di Pekanbaru, Jumat.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, proses penangkapan seekor harimau di dalam kawasan penyangga cagar biosfer dan bagian dari konsesi perusahaan mitra Sinar Mas Forestry itu dilakukan secara tradisional serta tidak melibatkan tenaga medis.

2010-11-21

RESIDENT EVIL: AFTERLIFE (RESI) 3D

Milla Jovovich and director (and husband) Paul W.S. Anderson have seen fit to give gamers what they kind of didn't really ask for, and make yet one more Resident Evil movie. So what kind of crazy misadventures will main character Alice find herself falling into in Resident Evil: Afterlife? Would you believe it involves zombies?

In a world ravaged by a virus infection, turning its victims into the Undead, Alice continues on her journey to find survivors and lead them to safety. Her deadly battle with the Umbrella Corporation reaches new heights, but Alice gets some unexpected help from an old friend. A new lead that promises a safe haven from the Undead leads them to Los Angeles, but when they arrive the city is overrun by thousands of Undead and Alice and her comrades are about to step into a deadly trap.

The Crazies

THEY SAY
In a terrifying tale of the American Dream gone wrong, four friends find themselves trapped in their hometown in The Crazies, a reinvention of the George Romero classic.

David Dutton is sheriff of Ogden Marsh, a picture-perfect American town with happy, law-abiding citizens. But one night, one of them comes to a school baseball game with a loaded shotgun, ready to kill. Another man burns down his house after locking his wife and young son in a closet inside. Something is infecting the citizens of Ogden Marsh . . . with insanity.

The few still sane find themselves trapped: Sheriff Dutton; his pregnant wife, Judy; Becca, an assistant at the medical center; and Russell, Dutton's deputy and right-hand man. Forced to band together, an ordinary night becomes a struggle for survival as they try to get out of town alive.

2010-11-20

Harimau Mati dalam Perangkap Setelah Terkam Warga

Pekanbaru (ANTARA News) - Seekor harimau yang berkonflik dengan manusia di sekitar kawasan penyangga Cagar Biosfer Bukit Batu Bengkalis, ditemukan mati di dalam perangkap setelah ditangkap petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau.

"Harimau mati dalam kerangkeng (perangkap)," kata Kepala BBKSDA Riau Trisnu Danisworo ketika dihubungi dari Pekanbaru, Jumat.

Menurut Trisnu, satwa belang itu ditangkap oleh tim BBKSDA pada Kamis (30/9) malam sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, yang berada di dalam kawasan penyangga Cagar Biosfer Bukit Batu.

SKYLINE

In the sci-fi thriller Skyline, strange lights descend on the city of Los Angeles, drawing people outside like moths to a flame where an extraterrestrial force threatens to swallow the entire human population off the face of the Earth.

Setelah berpesta semalaman, sekelompok anak muda terkejut ketika sebuah cahaya yang sangat terang membangunkan semua orang di Los Angeles, menarik setiap orang seperti ngengat api.

2010-11-19

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1 (HARR)

The Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1 videogame is packed from start to finish with action and combat. Players will be on the run, fighting for survival on a desperate and dangerous quest to locate and destroy Voldemort's Horcruxes, engaging with Death Eaters and Snatchers in epic battle sequences at every turn. To amplify the action, players will encounter ferocious creatures from the previous films in addition to the adversaries Harry faces in the seventh film. They will need to muster their most powerful magic against relentless assaults from all sides. There are no more lessons, no more training. This time the danger is real. It's time for players to fight for their lives.


Kekuatan Voldemort semakin kuat. Ia menguasai seluruh Kementerian Sihir dan Hogwarts. Harry, Ron, dan Hermione memutuskan untuk

Kate Middleton

Biografi kate middleton:

Kate Middleton memiliki nama panjang Catherine Elizabeth 'Kate' Middleton, lahir di Reading, Berkshire, England, 9 Januari 1982. adalah tunangan Pangeran William salah satu putra mahkota kerajaan Inggris.
Sejak hubungan mereka dimulai, Middleton telah menerima perhatian luas media dan ada spekulasi terus-menerus bahwa mereka akhirnya akan menikah. di London pada musim semi atau musim panas, atau antara bulan Maret dan Agustus 2011. Tanggal pernikahan Pangeran William dengan Kate Middleton akan diumumkan kemudian., kantor Prince of Wales, di Clarence House, mengumumkan ke media bahwa Middleton dan Pangeran William berniat untuk menikah pada tahun 2011.

2010-11-18

Pangeran William Melamar Kekasih dengan Cincin Putri Diana

Pangeran William, Selasa (16/11/2010) mengaku, ia benar-benar takut kehilangan cincin pertunangan milik ibunya, sehingga terus disimpannya di tas punggung, selama tiga pekan, sebelum melamar pacarnya, Kate Middleton.

"Cincin itu saya bawa kemana-mana dan terus berada di ranselku, selama sekitar tiga pekan," kata Pangeran William mengenai cincin permata safir, peninggalan mendiang ibunya, Putri Diana.

"Saya benar-benar ketakutan. Jangan sampai cincin itu hilang. Oleh sebab itu, cincin tersebut saya bawa kemana pun saya pergi. Saya tidak berani menyimpannya, sebab jika benda tersebut sampai hilang, saya pasti akan menghadapi masalah besar," katanya.

2010-11-17

Pelayanan gawat darurat (emergency care) UGD

Batasan yang dimaksud dengan pelayanan gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera (imediatlely) untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving). Unit kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan gawat darurat disebut dengan nama Unit Gawat Darurat (emergency Unit. Tergantung dari kemampuan yang dimilki, keberadaan UGD tersebut dapat beraneka macam. 


2010-11-16

RESPON SISTEM BUFFER

BUFFER / PENYANGGA
Asam dan basa lemah merupakan penyangga (buffer) yang baik. Penyangga adalah suatu bahan yang mampu menyerap ion hidrogen dari suatu larutan, atau membebaskan ion hidrogen kedalam larutan, sehingga dapat mencegah fluktuasi pH yang besar. Terdapat beberapa sistem penyangga yang penting dalam tubuh kita, yaitu:
  1. Bikarbonat (HCO₃ˉ) : Buffer yang paling penting, buffer ini terdapat dalam jumlah yang paling besar dalam ciran tubuh. Dihasilkan oleh ginjal dan membantu dalam mengekskresikan hidrogen (H⁺).
  2. Fosfat : Membantu dalam ekskresi hidrogen (H⁺) dalam tubulus ginjal.
  3. Amonium : Setelah kelebihan asam, amonia (NH₃) dihasilkan oleh sel tubulus ginjal dan berikatan dengan hidrogen (H⁺) dalam tubulus ginjal untuk membentuk amonium (NH₄⁺). Proses ini memungkinkan ekskresi hidrogen (H⁺) ginjal lebih besar.

Dead Rising 2 Game zombie Terbaru 2010

Selamat datang di Fortune City di mana para orang mati bangkit kembali. Setelah zombie outbreak yang terjadi di Dead Rising pertama, sekarang sebuah outbreak lain kembali terjadi di Fortune City – yang merupakan replika dari Las Vegas, kota judi nomer satu dunia. Dengan segepok uang dan puluhan ribu zombie berkeliaran, bisakah kamu menyelamatkan dirimu dan para survivor lainnya sekaligus membersihkan nama baikmu?

Sebelum memainkan game ini perlu diketahui bahwa Capcom merilis prolognya berjudul Case Zero dalam bentuk downloadable content. Di sana dikisahkan seorang pembalap bernama Chuck Greene kehilangan istrinya menjadi zombie dan anak putrinya tergigit. Beruntung Chuck masih berhasil meloloskan diri. Dan waktu pun bergerak sampai pada awal game Dead Rising 2.

2010-11-15

Cheat Game Online Point Blank Indonesia Terbaru Free DOWNLOAD

Are you looking for Cheat Point Blank  for the latest and complete information Cheat PB headshot wallhack in Forum Cheat PB Cit Cat. Cheatengine ( Cheat Engine ) Is one of engine to hack a game . Cheatengine also useful for people for make a game trainer . Many people were use this trainer and they say this trainer are useful and simple to use . For More information about cheat engine you can look at this statement :

Cheat Point Blank - Cheat Engine is an open source tool designed to help you with modifying games so you can make them harder or easier depending on your preference(e.g: Find that 100hp is too easy, try playing a game with a max of 1 HP), but also contains other usefull tools to help debugging games and even normal applications.

2010-11-11

Cara Tips Mengurangi Emisi CO2 Kendaraan Anda

Ada beberapa hal mudah yang dapat Anda lakukan ketika Anda mengemudikan dan merawat mobil anda untuk membantu mengurangi jumlah bahan bakar yang Anda pakai dan mengurangi emisi CO2. Kuncinya adalah untuk mengurangi beban kerja mesin Anda, karena beban kerja yang lebih besar, lebih banyak bahan bakar dibakar - jadi semakin akan tinggi emisi CO2. Dengan mengikuti tips pintar mengemudi di bawah ini, Anda bisa memotong emisi CO2 Anda sekitar 8% - setara dengan penghematan bahan bakar tahunan sampai dengan satu bulan per tahun.

2010-11-10

Perbandingan buangan emisi CO2 pada mobil, kereta api, dan pesawat

Alat transportasi memberi kita manfaat yang besar, misalnya perjalanan melihat dunia dan menikmati pedesaan, untuk mengunjungi teman dan kerabat keluarga, untuk bekerja, dan manfaat lainnya. Sebagian besar dari kita juga menghargai bahwa selain manfaat, alat transportasi juga membutuhkan biaya terutama bagi lingkungan kita (environment burden). Pada tahun 2007, transportasi domestik adalah sumber dari sekitar 24% dari seluruh emisi CO2 domestik di Inggris.

2010-11-09

Fire Team Action

My name is Richi, logistics and volunteer coordinator at Greenpeace Southeast Asia - Indonesia. Recently, I coordinate the activities of forest fire fighting in Prorinsi Riau, Sumatra, Indonesia from July 31 to August 6, 2009.
After two years I finally returned to the village of Kuala Cenaku, my feet stood firm on these wetlands. Not much has changed in this small village, but this time I was struggling to breathe in the thick smell of smoke from forest fires every year crippling Riau province on Sumatra's east coast, opposite Singapore. I am here to inspect firefighting equipment and prepare the team for extinguishing forest fires burned peatlands back and uncontrolled.

More hotspots detected in some provinces in Indonesia

Jakarta, November 2010—Even though 2010 is dominated by wet season, forest fire and hotspots have continuously occured in some parts of Indonesia. Until October 2010, the number of hotspot has increased significantly. According to the lates data published by Ministry of Forestry, from 1 to 25 October, 2,683 hotspots were recorded in Indonesia, with most of them located in Riau (546 hotspots), West Kalimantan (540), Central Kalimantan (433), South Sumatra (332), and East Kalimantan (219).

Coral reefs in Muna and badly damaged Bombana

Muna marine waters and Bombana Sulawesi Tenggara (Southeast Sulawesi), suffered damage to coral reefs that are very severe because fishing activities are not environmentally friendly.
"Damage to coral reefs across the Southeast Sulawesi waters reached about 40 percent, and about 50 percent of coral reefs are damaged they are located in the territorial waters of the sea and Bombana Muna," said Head of Fisheries Kelautanan and Abdul Salam in Kendari Southeast Sulawesi, on Monday (25 / 10).

Perubahan Iklim Sulit Diprediksi

Jakarta - Ketakutan bahwa suhu global dapat berubah amat cepat dan menyebabkan perubahan iklim dramatis yang mungkin menghancurkan banyak negara dan penduduk, kian meningkat di seluruh dunia.

Tapi apakah yang menyebabkan perubahan iklim dan mungkinkah memprediksi perubahan iklim di masa datang?

Penelitian terbaru dari Institut Niels Bohr pada Universitas Copenhagen memperlihatkan bahwa pemanasan gloal mungkin terjadi akibat akumulasi pengaruh-pengaruh yang caotik (mengacaukan) sehingga sulit diprediksi. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters. Selama jutaan tahun iklim Bumi berselang seling berganti antara sekitar 100.000 tahun di zaman es dengan sekitar 10-15 ribu tahun era iklim hangat seperti yang kita rasakan sekarang.

2010-11-08

Matahari Bukan Penyebab Pemanasan Global

Jakarta - Matahari kian aneh dalam beberapa tahun terakhir ini dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, demikian para peneliti iklim seperti dikutip Financial Times (7/10). Data dari beberapa satelit baru menunjukkan bahwa kendati aktivitas matahari --yang diantaranya bisa diukur dengan mengamati titik api-- berada pada tingkat lebih rendah dari biasa, dampaknya tak membuat Bumi menjadi dingin seperti diduga sebelumnya, sebaliknya malah memanas.

Indonesia akan Bangun Stasiun Pemantau Atmosfer

Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan membangun stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) di Sulawesi Tengah dan Papua mulai 2011 untuk memperkuat pemantauan Atmosfer Global.

"Stasiun ini untuk menambah stasiun GAW yang sudah ada di Bukit Kototabang, Sumatera Barat yang dioperasikan sejak 1996," kata Kepala Bidang Informasi Kualitas Udara BMKG Mangasa Naibaho disela International Workshop on Global Atmosphere Watch (GAW) di Jakarta, Rabu.

2010-11-07

Eropa dan Asia Serukan Persetujuan Iklim "Mengikat"

Brusel -Para pemimpin Eropa dan Asia pada Selasa berjanji akan mengusahakan persetujuan yang mengikat secara hukum mengenai pemanasan global yang mencakup pengurangan emisi. "Mereka sama-sama berusaha untuk mencapai hasil yang mengikat secara hukum, adil, efektif dan komprehensif," demikian pernyataan akhir yang disetujui pada Pertemuan Asia-Eropa (ASEM) di Brusel.

"Para pemimpin sepakat bahwa pengurangan dalam emisi global diperlukan, mengakui pandangan ilmiah bahwa peningkatan suhu global hendaknya di bawah dua derajat Celsius," demikian isi teks itu.

ASEAN Dukung Kompensasi Perlindungan Lahan Gambut

Pekanbaru - Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN mendukung kompensasi dari negara maju untuk melindungi lahan gambut yang tersisa untuk mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim.

"ASEAN mendorong adanya kompensasi bagi pelaksanaan manajemen lahan gambut seperti yang ada di Indonesia," kata Technical Officer Agriculture Industries and Natural Resources Devision ASEAN Secretary, Dian Sukmajaya, di Pekanbaru, Senin.

Untuk mendukung rumusan pembiayaan dalam manajemen lahan gambut, lanjutnya, Sekretariat ASEAN bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemprov Riau menggelar "Workshop on Options for Carbon Financing to Support Peatland Management" di Pekanbaru yang akan berlangsung mulai tanggal 4 hingga 6 Oktober 2010.

Acara tersebut turut dihadiri lebih dari 100 partisipan dari 15 negara termasuk di dalamnya wakil pemerintah, negara donor, sejumlah LSM lingkungan internasional, serta dunia usaha yang kerap dituding sebagai perusak hutan seperti APRIL dan APP.

Menurut Dian, Indonesia sebagai negara yang memiliki lahan gambut terbesar di dunia patut mendapatkan kompensasi atas penjagaan dan pengelolaan kawasan gambut.

Ia menjelaskan, ASEAN telah membentuk "Peatland Forest Project" yang memberikan pilihan dalam kerjasama dengan negara maju, baik dalam bentuk kerjasama pemerintah ke pemerintah (G to G)ataupun dari swasta kepada pemerintah (Private to G).

Wakil Menteri Bidang Komunikasi, Pemberdayaan Masyarakat untuk Lingkungan KLH, Henry Bastaman, mengatakan acara tersebut diharapkan dapat mendorong negara donor untuk berperan serta dalam menunjang pendanaan pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

Salah satu upaya untuk menunjang keberhasilan itu adalah perlunya metoda penghitungan emisi gas rumah kaca di lahan gambut agar dapat terukur, terlaporkan dan terverifikasi.

"Di samping itu perlu adanya konsep pengelolaan ekosistem gambut berdasarkan prinsip kesatuan ekosistem," ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi luas lahan gambut mencapai 20,6 juta hektare dan berada pada urutan ke empat terbesar di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Area lahan gambut itu tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa.

Dosen dan peneliti lingkungan Universitas Riau Prof Rifardi mengatakan Provinsi Riau harus mendapat keuntungan yang besar dalam bentuk kompensasi menjaga hutan gambut yang banyak berada di daerah itu.

Ia juga berharap konsep penghitungan kompensasi REDD+ dapat segera ditentukan karena kerap kali pemerintah setempat dituding merusak kawasan gambut yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Pemerintah tidak banyak memiliki pilihan untuk tetap mengalihfungsikan lahan untuk kepentingan ekonomi dan pembangunan."Tentunya kompensasi itu harus juga dirasakan masyarakat di sekitar hutan," katanya.
(F012/A041)

Sumber: ANTARA News (Senin, 4 Oktober 2010 21:41 WIB)

2010-11-06

Awas "Eco Colonialism"

Pekanbaru - Seorang pakar gambut berpendapat, maraknya kampanye penyelamatan lingkungan yang dibalut misi perdagangan karbon sarat kepentingan asing yang dikenal dengan "eco colonialism".

"Perdagangan karbon yang terjadi saat ini merupakan bentuk penjajahan baru ekologi, atau yang disebut `eco kolonialism`," ujar pakar gambut, Prof Dr Jonotoro, dalam diskusi peringatan 30 tahun Walhi, di Taman Kota Pekanbaru, Minggu.

Dosen luar biasa Universitas Lancang Kuning, Riau itu menjelaskan, negara maju telah berhasil menekan Indonesia melakukan penyelamatan hutan terutama hutan rawa gambut yang masih tersisa dengan iming-iming dana bantuan.

Dengan imbalan 1 miliar dolar AS, maka pemerintah Indonesia melakukan penandatanganan "Letter of Intent" dengan Norwegia, di Oslo, pada 26 Mei 2010 dan sepakat melakukan moratorium (penghentian) penebangan hutan .

"Itu sama saja dengan orang menumpang kencing di tempat kita, dan karena kita miskin, maka kita menerima saja perlakuan itu. Tak masalah apakah itu kotoron bau atau tidak," katanya.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah Indonesia harus bersikap hati-hati dalam menyikapi berbagai bantuan baik dalam bentuk pinjaman atau hibah dana asing dalam perdagangan karbon.

"Jadi pemerintah harus hati-hati menyikapi bantuan asing, apalagi ternyata 60 persen hasil perdagangan karbon diberikan ke perusahaan. Sedangkan pemerintah hanya mendapatkan 40 yang dibagi masing-masing 20 persen pusat dan daerah," katanya lagi.(*)
M046/M027

Sumber: ANTARA News (Minggu, 17 Oktober 2010 20:15 WIB)

20 Juta Hektare Gambut Bisa untuk Perdagangan Karbon

Pekanbaru - Pemerintah Indonesia memiliki potensi lahan gambut sekitar 20,1 juta hektare yang dapat ditawarkan dalam perdagangan karbon untuk menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global.

"Indonesia memiliki potensi sekitar 20,1 juta hektare lahan gambut yang bisa ditawarkan," kata Asisten Deputi Pengendalian Kerusakan Sungai dan Danau Kementerian Lingkungan Hidup Antono Deddy Radiansyah di Pekanbaru, Senin.

Antono mengatakan hal itu di sela "Workshop on Options for Carbon Financing to Support Peatland Management" yang digelar Sekretariat ASEAN bersama KLH dan Pemprov Riau.

Acara itu berlangsung mulai 4 hingga 6 Oktober 2010, dan dihadiri lebih dari 100 partisipan dari 15 negara termasuk di dalamnya wakil pemerintah, negara donor, sejumlah LSM lingkungan internasional, serta dunia usaha yang kerap dituding sebagai perusak hutan seperti APRIL dan APP.

Ia menjelaskan potensi lahan gambut Indonesia berada pada urutan ke empat terbesar di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Area lahan gambut dengan kedalaman minimal 50 centimeter itu tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa.

"Lahan gambut itu berada di hutan lindung, kawasan lindung gambut, dan budi daya gambut," katanya.

Menurut dia, 20 hektare gambut tersebut akan ditawarkan Indonesia melalui pola manajemen hutan dan lahan yang berkelanjutan, serta merehabilitasi lahan gambut yang rusak. Dengan itu, pemerintah berharap negara maju bersedia menjadi pendonor untuk perlindungan gambut yang dapat mengurangi pelepasan emisi karbon.

"Di luasan 20,1 juta hektare itu juga terdapat sekitar tiga juta hektare lahan gambut yang rusak dan membutuhkan rehabilitasi," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan sekitar 10 juta hektare dari luasan vegetasi di lahan gambut dengan nilai konservasi tinggi akan tetap dilindungi kelestariannya dan tidak akan diberikan izin untuk perubahan fungsi menjadi perkebunan dan lainnya.

Sebagai pilot project pemerintah akan lebih mengutamakan lahan gambut di Semenanjung Kampar seluas 700 ribu hektare untuk ditawarkan kepada pihak Norwegia dalam bentuk moratorium konversi lahan hutan pada 1 Januari 2011.

Salah satu upaya untuk menunjang keberhasilan itu adalah perlunya metoda penghitungan emisi gas rumah kaca di lahan gambut agar dapat terukur, terlaporkan dan terverifikasi.
(F012/N002)

Sumber: ANTARA News (Senin, 4 Oktober 2010 20:54 WIB)

ASEAN Dukung Kompensasi Perlindungan Lahan Gambut

Pekanbaru - Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendukung kompensasi dari negara maju untuk melindungi lahan gambut yang tersisa untuk mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim.

"ASEAN mendorong adanya kompensasi bagi pelaksanaan manajemen lahan gambut seperti yang ada di Indonesia," kata Technical Officer Agriculture Industries and Natural Resources Devision ASEAN Secretary, Dian Sukmajaya, di Pekanbaru, Senin.

Untuk mendukung rumusan pembiayaan dalam manajemen lahan gambut, lanjutnya, Sekretarian ASEAN bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemprov Riau menggelar "Workshop on Options for Carbon Financing to Support Peatland Management" di Pekanbaru yang akan berlangsung mulai tanggal 4 hingga 6 Oktober 2010.

Acara tersebut turut dihadiri lebih dari 100 partisipan dari 15 negara termasuk di dalamnya wakil pemerintah, negara donor, sejumlah LSM lingkungan internasional, serta dunia usaha yang kerap dituding sebagai perusak hutan seperti APRIL dan APP.

Menurut Dian, Indonesia sebagai negara yang meiliki lahan gambut terbesar di dunia patut mendapatkan kompensasi atas penjagaan dan pengelolaan kawasan gambut. Ia menjelaskan, ASEAN telah membentuk "Peatland Forest Project" yang memberikan pilihan dalam kerjasama dengan negara maju, baik dalam bentuk kerjasama pemerintah ke pemerintah (G to G) ataupun dari swasta kepada pemerintah (Private to G).

Wakil Menteri Bidang Komunikasi, Pemberdayaan Masyarakat untuk Lingkungan KLH, Henry Bastaman, mengatakan acara tersebut diharapkan dapat mendorong negara donor untuk berperan serta dalam menunjang pendanaan pengelolaan lahan gambut secara berklanjutan. Salah satu upaya untuk menunjang keberhasilan itu adalah perlunya metoda penghitungan emisi gas rumah kaca di lahan gambut agar dapat terukur, terlaporkan dan terverifikasi.

"Disamping itu perlu adanya konsep pengelolaan ekosistem gambut berdasarkan pronsip kesatuan ekosistem," ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi luas lahan gambut mencapai 20,6 juta hektare dan berada pada urutan ke empat terbesar di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Area lahan gambut itu tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa.

Dosen dan peneliti lingkungan Universitas Riau Prof. Rifardi mengatakan Provinsi Riau harus mendapat keuntungan yang besar dalam bentuk kompensasi menjaga hutan gambut yang banyak berada di daerah itu. Ia juga berharap konsep penghitungan kompensasi REDD+ dapat segera ditentukan karena kerap kali pemerintah setempat dituging merusak kawasan gambut yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Sedangkan, pemerintah tidak banyak memiliki pilihan untuk tetap mengalihfungsikan lahan untuk kepentingan ekonomi dan pembangunan.

"Tentunya kompensasi itu harus juga dirasakan masyarakat di sekitar hutan," katanya.
(T.F012/P003)

Sumber: ANTARA News (Senin, 4 Oktober 2010 17:49 WIB)

2010-09-08

Batam "Bergelar" Kota Paling Tercemar

Batam (ANTARA News) - Batam adalah kota dengan tingkat pencemaran terburuk di Sumatera, kata Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup Sabar Ginting.

"Batam yang terburuk, lalu diikuti Dumai dan Belawan," kata Sabar usai pertemuan dengan dunia usaha di Batam, Senin.

2010-09-07

Hutan Bakau Medan Labuhan Terancam Punah

Medan (ANTARA News) - Hutan bakau di pinggiran muara Sungai Percut Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara (Sumut), terancam punah beberapa tahun mendatang akibat pembukaan lahan tambak udang yang tidak terkendali.

Beberapa warga di sekitar muara Sungai Percut di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Senin, mengkhawatirkan kemungkinan punahnya hutan bakau di daerah mereka itu.

Mereka mengatakan, ancaman serius terhadap hutan bakau itu sudah terlihat sejak lima tahun lalu akibat gencarnya pembukaan lahan tambak udang di muara daerah aliran Sungai (DAS) Percut.

"Di Kelurahan Nelayan Indah ini saja sudah puluhan hektare hutan mangrove yang diperkirakan berubah fungsi menjadi areal tambak udang," kata Umar.

Warga Kelurahan Nelayan Indah yang sudah puluhan tahun bermukim di daerah itu mengatakan, lahan tambak tersebut dikuasai dan dikelola oleh sejumlah warga setempat dan pengusaha.

Para pemilik tambak itu diuntungkan oleh relatif mudahnya mereka mendapat pasokan air payau serta pangsa pasar komoditas udang yang cukup luas, katanya.

Umar mengatakan, tidak tertutup kemungkinan, aksi penebangan pepohonan hutan bakau itu masih akan terjadi di masa mendatang.

Akibatnya, kemungkinan punahnya hutan bakau di wilayah itu bisa menjadi kenyataan jika pihak terkait tidak segera melindungi hutan bakau yang tersisa dari aksi penebangan liar.

Ia mengatakan, tindakan pencegahan dan penyelamatan hutan bakau di sekitar kawasan perkampungan nelayan itu belum dilakukan secara terpadu baik oleh pemerintah maupun masyarakat dan relawan organisasi pencinta lingkungan hidup.

Pengalihan fungsi hutan bakau menjadi lahan tambak itu, menurut dia, turut memicu menurunnya populasi ikan, udang dan kepiting di muara DAS Percut sehingga berdampak buruk pada hasil tangkapan nelayan tradisional di Medan Labuhan dan sekitarya.

Kondisi tersebut diperparah lagi dengan kasus pencemaran limbah cair ke DAS Percut yang diduga berasal dari sejumlah pabrik di kawasan insdustri Medan (KIM) Mabar, katanya.

Sebagai negara bahari, Indonesia miliki hutan bakau yang luas. Diperkirakan luas hutan bakau negara kepulauan terbesar dunia ini mencapai 2,5 - 4,5 juta hektar.
(T.ANT-197/R013/P003)


Sumber : ANTARA News (Senin, 26 Juli 2010 10:50 WIB)

2010-09-06

234 Spesies Burung di Indonesia Terancam Punah

Bogor (ANTARA News) - Sebanyak 234 spesies dari 1.599 jenis burung di Tanah Air terancam punah, kata Henny Sembiring, Kepala Komunikasi dan Pengembangan Bisnis Burung Indonesia di Bogor, Sabtu.

Berdasarkan pengamatan Perhimpunan Pemerhati Burung Liar Indonesia pada tahun 2009, kata Henny, jumlah burung di dunia sekitar 10.000 spesies, dan 1.599 jenis di antaranya terdapat di Indonesia dengan 353 jenis buruk endemik.

"Indonesia memiliki 1.599 jenis burung, atau peringkat keempat di dunia. Tapi, dari 1.599 spesies itu, 234 jenis di antaranya terancam punah," kata Henny M. Sembiring.

Dia menjelaskan 234 spesies burung yang terancam punah itu terdiri atas 117 jenis terancam punah, 17 jenis kritis, 30 jenis genting, dan 70 jenis rentan.

Menurut Henny, kerusakan lingkungan berdampak pada punahnya burung itu, di samping ulah manusia yang melakukan perburuan unggas tersebut.

"Rusaknya lingkungan membuat burung berpindah ke tempat lain mencari tempat perlindungan yang lebih aman," ujarnya.

Diakatakan, makin banyaknya pertumbuhan pembangunan mengurangi jumlah ruang terbuka hijau sebagai tempat tinggal burung-burung itu.

Burung adalah binatang sensitif terhadap lingkungan. Burung memiliki kebutuhan dasar untuk tempat mencari makan, tempat berlindung dan tempat berkembang biak, katanya.

"Burung-burung akan berimigrasi bila tempat tinggalnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasarnya," kata Henny.

Dia mencontohkan di Kota Bogor. Jenis burung-burung air yang biasa menempati Kali Ciliwung sudah tidak terlihat lagi sejak setahun terakhir ini, seperti jenis mandar, raja udang, dan cekakak jawa.

"Saat ini kita sudah jarang sekali melihat burung-burung air yang biasa mendiami Kali Ciliwung. Kondisi ini karena kualitas kali sudah tidak bagus lagi, burung-burung sudah tidak mau menetap lagi," kata Henny.

Dia mengatakan ancaman kepunahan juga terjadi di Kebun Raya Bogor. Dia lantas mengutip pernyataan peneliti LIPI Siti Priyono pada sebuah seminar yang diseselenggarakan belum lama ini, bahwa pada tahun 1950 terdapat 150 jenis burung di Kebun Raya Bogor.

"Sekarang jenis burung di Kebun Raya Bogor tinggal 90 spesies," katanya.

Dia menegaskan bahwa burung merupakan bagian dari ekosistem. Karena itu, hilangnya burung akan memengaruhi mata rantai kehidupan. Dan, kondisi ini sangat tidak baik untuk kelangsungan hidup manusia.

Hilangnya jenis burung, kata dia, dapat menjadi pertanda bagi masyarakat sekitar dan pemerintah setempat bahwa kondisi lingkungan sudah tidak baik lagi.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati paling besar. Namun sayangnya, karena masyarakat tidak pandai menjaganya, maka Indonesia menjadi negara nomor satu paling terancam kepunahan keanekaragaman hayatinya.

Henny mengimbau masyarakat lebih peduli terdapat ancaman kepunahan tersebut dengan menjaga kelestarian lingkungan dan menghentikan perburuan terhadap burung tersebut.

Perhimpunan Pemerhati Burung Liar Indonesia yang peduli dengan burung melakukan berbagai kegiatan dan sosialisasi untuk melindungi ekosistem burung.

Berbagai pengamatan telah mereka lakukan, misalnya, dengan mengidentifikasi dan mendokumentasikan jenis-jenis burung di Indonesia. Melalui kegiatan ini, dapat memberikan referensi tentang jenis-jenis burung yang terdapat di Indonesia. (*)

(Rw.KR-LR*D007/R009)


Sumber : ANTARA News (Sabtu, 24 Juli 2010 20:38 WIB)

2010-09-05

BKSDA Buru Pelaku Perdagangan Harimau

Pekanbaru (ANTARA News) - Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, Trisunu Danis Woro, mengatakan pihaknya saat ini tengah memburu otak pelaku perdagangan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

"Pihak Poltabes Pekanbaru kemarin berhasil menangkap kurir yang akan membawa tulang-belulang dan kulit harimau. Untuk pengembangannya, BKSDA saat ini tengah memburu otak pelaku perdagangan harimau, yakni Ed dan Gt," jelasnya di Pekanbaru, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Poltabes Pekanbaru untuk pengembangan kasus tersebut. Menurut dia, kasus penyelundupan tulang belulang dan kulit harimau ke Malaysia dan Singapura, memang sudah beberapa kali terjadi.

"Perdagangan harimau ini memang marak terjadi di Sumatera. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan tulang harimau yang akan digunakan untuk pengobatan tradisional. Sedangkan kulitnya digunakan untuk busana," jelasnya.

Trisnu mengemukaka, saat ini populasi harimau sumatera mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar smeua pihak baik pemerintah maupun masyarakat menjaga harimau baik dari habitat maupun perdagangan.

Berdasarkan data Dana Suaka Margasatwa (World Wild-Life Fund for Nature/WWF) Riau, saat ini populasi harimau sumatera berjumlah 300. Dan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Pihak Poltabes Pekanbaru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tulang dan kulit harimau yang berasal dari enam ekor harimau dan dikemas dalam tiga kardus dan satu harimau dijual seharga Rp30 juta.

Sementara itu, Kepala Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar (Kasat Reskrim Poltabes) Pekanbaru, AKP Sapta Maulana Marpaung, mengemukakan bahwa berdasarkan pengakuan tersangka, penyelundupan harimau tersebut berlangsung empat kali dan seminggu.

"Pihak kepolisian berhasil mengamankan tersangka Yoga yang berprofesi sebagai kurir. Dan, seorang saksi Hidayat yang bertugas membersihkan kulit dan tulang-belulang harimau tersebut," katanya menambahkan.
(ANT/P003)


Sumber : ANTARA News (Senin, 19 Juli 2010 14:59 WIB)

2010-09-04

Berkas Penyelundupan 72 Trenggiling Dilimpah ke PN Jambi

Jambi (ANTARA News) - Berkas perkara dua tersangka kasus penyelundupan 72 trenggiling yang digagalkan Polisi Perairan (Polair) Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, pada Mei 2010 kini siap dilimpahkan ke pengadilan negeri setempat untuk segera disidangkan.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jambi, Andi Ashari didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dinar, Sabtu mengatakan, berkas kedua tersangka sudah lengkap tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jambi yang dijadwalkan pada Senin (19/7).

Berkas yang dilimpahkan tersebut atas nama dua tersangka yakni Riko (29) sebagai narkoba kapal dan Abdurahman Anak Buah Kapal (ABK) yang akan mengangkut atau mengirimkan puluhan ekor trenggiling ke Singapura dan Cina melalui jalur sungai dan laut Kabupetan Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada Rabu 26 Mei 2010, namun aksi tersebut berhasil digagalkan kepolisian setempat.

Dalam berkas perkara kedua tersangka dikenakan sesuai pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 tahun 1999, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, jo pasal 55 ayat ke-1 KUHP.

Setelah berkas dilimpahkan ke PN Jambi, maka JPU tinggal menunggu jadwal persidangannya yang akan ditetapkan oleh Pengadilan Negeri.

Kasus ini terungkap setelah Direktorat Polisi Perairan Polda Jambi menggagalkan rencana penyelundupan 72 ekor tenggiling hidup atau trenggiling dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang diduga hewan langka dan dilindungi undang-undang tersebut akan diperdagangkan ke luar negeri.

Trenggiling hidup tersebut ditemukan pertama kali oleh tim dari patroli Polair Polda Jambi yang sedang menjalani rutinitas pengawasan diperairan setempat dimana ada salah satu kapal yang dicurigai kedapatan membawa atau menyimpang hewan langka tersebut.

Penangkapan tersebut dilakukan tim patroli Polair Polda Jambi pada Rabu lalu (26/5) di perairan Sungai Pangabuan Parit Gompong Kabupaten Tanjung Jabung Barat, setelah aparat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu kapal `speed boat` bermesin 400 Pk yang mambawa binatang langka.

Setelah petugas Polair itu menghentikan lajunya kapal speed boat yang dikemudikan oleh nahkoda bernama Rico (29) bersama dua anak buah kapal (ABK) dihentikan maka ditemukanlah binatang trenggiling tersebut didalam kapal itu dalam kondisi hidup yang diduga akan dibawa atau diselendupkan ke laur negeri dengan tujuan China dan transit di Singapura.

Saat digeledah, polisi menemukan 72 ekor trenggiling yang sudah dikemas sedemikian rupa, di dalam speed boat itu karena hewan tersebut merupakan salah satu hewan yang dilindungi maka hewan berikut barang bukti langsung diamankan di markas Dit Polair Polda Jambi.

Bagian tubuh trenggiling itu mempunyai sejumlah manfaat, antara lain untuk kebutuhan pengobatan alternatif, sehingga pangsa pasar internasional harganya cukup tinggi dan binatang langka itu masih terus diburu orang sampai saat ini.

Kasus penyelundupan trenggiling ini merupakan kasus yang langka dan penangkapannya juga yang pertama kali di Jambi yang diduga, penyelundupan ini berhubungan dengan aktivitas perdagangan gelap trenggiling di luar negeri.
(T.N009/P003)


Sumber : ANTARA News (Sabtu, 17 Juli 2010 14:12 WIB)

2010-09-03

Malaysia Tertarik Pelajari Cagar Biosfer Riau

Pekanbaru (ANTARA News) - Pemerintah Negeri Sabah, Malaysia, tertarik untuk meneliti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Provinsi Riau.

Ketertarikan itu muncul karena kawasan konservasi yang diakui dunia internasional itu dinilai memiliki keunikan pada sistem pengelolaan yang melibatkan semua kepentingan (multi-stake holders).

"Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu adalah contoh yang terbukti dan cocok untuk dipakai di negeri kami," kata Juru Bicara Delegasi Negeri Sabah Jamili Nais kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Jamili Nais , tujuan delegasi dari Sabah adalah untuk mempelajari sejumlah aspek dalam pengelolaan Cagar Biosfer. Ia mengakui pendekatan "bottom up" dalam program pengelolaan Cagar Biosfer di Riau merupakan daya tarik untuk penelitian. Sebabnya, pengelolaan kawasan itu menerapkan kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat serta perusahaan swasta.

Menurut dia, kedatangan ke Riau akan menjadi studi banding untuk pengembangan Taman Banjaran Crocker sebagai cagar biosfer yang telah diajukan Pemerintah Sabah sejak 2007.

"Karakteristik banyak kemiripan seperti keberadaan masyarakat dan perusahaan swasta. Perbedaannya adalah kontur di Sabah pegunungan, sedangkan di Riau adalah daerah basah," ujarnya.

Ia mengatakan rombongan itu terdiri atas Wakil Setiausaha Kementerian Pelancongan Negeri Sabah, tiga kepala distrik (setingkat bupati) yakni dari Distrik Ranau, Penampang, dan Tambunan.

Kemudian tiga wakil kepala distrik dari Keningau, Beaufort, dan Tenom. Selain itu, terdapat juga tiga peneliti dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Mereka akan berada di cagar biosfer mulai tanggal 6 hingga 9 Juli.

UNESCO mengakui Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Riau, menjadi cagar biosfer pada 26 Mei 2009 di Korea Selatan. Kawasan konservasi yang terletak di antara Kabupaten Siak dan Bengkalis itu melengkapi enam cagar biosfer di Indonesia yang telah ada. Selain itu, Giam Siak Kecil-Bukit Batu juga menjadi bagian dari WNBR (World Network of Biosphere) UNESCO yang terdiri atas 553 lokasi cagar biosfer di 107 negara.

Cagar biosfer tersebut terdiri atas tiga zonasi, yaitu zona inti seluas 178.722 hektare (ha), zona penyangga 222,425 ha, dan zona transisi 304.123 ha.

Inisiatif pembangunan cagar biosfer di Riau itu berawal pada 2004, melibatkan Sinar Mas Forestry yang mengalokasikan sebagian area hutan produksinya seluas 72.255 ha untuk tujuan konservasi secara permanen.

Kawasan itu diubah menjadi koridor ekologi yang menggabungkan dua suaka margasatwa, Giam Siak Kecil dan Bukit Batu. Luas suaka margasatwa Giam Siak Kecil mencapai 84.967 ha dan Bukit Batu, yang mencapai 21.500 ha.

"Kunjungan dari luar negeri ini menjadi kebanggan bagi masyarakat Riau dan juga Indonesia, dan menunjukkan bahwa Riau memiliki komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup," kata juru bicara Sinar Mas, Nurul Huda.
(T.F012/A011/P003)


Sumber : ANTARA News (Rabu, 7 Juli 2010 13:53 WIB)

2010-09-02

Gandenglah Negara Lain Untuk Selamatkan Harimau

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia harus bisa meningkatkan populasi harimau dengan menggandeng negara tetangga yang selama ini menjadi gerbang penyelundupan satwa langka ini, demikian Direktur Fauna dan Flora International Indonesia Programme, Darmawan Liswanto, di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, kerjasama dengan negara lain itu bisa diupayakan pada forum tingkat tinggi Pertemuan Penyelamatan Harimau Dunia di Bali 12-14 Juli yang akan menggagas rencana pemulihan populasi harimau dunia oleh 13 negara pemilik harimau.

Sementara Direktur WCS-Indonesia, Noviar Andayani menyatakan, penyelamatan harimau tidak bisa mengandalkan 13 negara.

"Negara yang jadi daerah sebaran harimau tak bisa melakukan upaya penyelamatan harimau tanpa dukungan negara lain. Pertemuan di Bali menjadi penting sebagai wadah mengatasi laju penurunan populasi harimau," kata Noviar.

Sedangkan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Kemhut), Darori, menilai hutan yang rusak membuat populasi harimau turun.

Untuk pengamanan dan penegakan hukum berkaitan dengan perlindungan harimau itu, Kemhut sedang menyusun UU Tindak Pidana Kehutanan.

"Nantinya curi kumis harimau hukumannya minimal 5 tahun, pejabat yang lalai juga kena hukuman 5 tahun. Banyak protes tapi biarkan saja demi penegakan hukum," kata Darori.(*)

A027*N006/M012/AR09


Sumber : ANTARA News (Selasa, 6 Juli 2010 16:48 WIB)

2010-09-01

Walhi: Pemerintah Dapat Berdayakan Masyarakat di TNWK

Bandarlampung (ANTARA News) - Wahana Lingkungan Hidup wilayah Lampung menyatakan, pemerintah dapat melakukan upaya lain untuk menjaga kelestarian Taman Nasional Way Kambas (TNWK), tanpa harus mengusir masyarakat yang tinggal di dalam kawasan.

"Pengusiran dan pengosongan TNWK yang dilakukan pemerintah saat ini memiliki dampak sosial yang terlalu luas, karena sebenarnya para nelayan yang rumahnya dihancurkan itu dapat diberdayakan untuk menjaga kelestarian alam di kawasan konservasi itu," kata Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Hendrawan, di Bandarlampung, Selasa.

Dia membenarkan, berdasarkan UU no 5 tahun 1990 bahwa kawasan taman nasional adalah kawasan terlarang untuk ditinggali, namun pemerintah juga perlu melihat dampak sosial dari pengosongan tersebut.

"Dampak sosialnya terlalu banyak, karena mereka pasti akan kembali untuk menetap di sana," kata dia.

Menurut dia, seandainya masyarakat di empat desa tersebut diberdayakan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di dalam kawasan TNWK, maka pemerintah dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan biaya yang lebih murah.

Hal yang sama juga dinyatakan penggiat lingkungan lainnya, Program Officer Southern Sumatra Heifer Indonesia, Rama Zakaria.

Menurut dia, para nelayan di TNWK yang saat ini sedang ditertibkan, tidak memiliki dasar keterampilan berkebun dan bercocok tanam, sehingga kecil kemungkinan akan melakukan pengrusakan.

"Terlalu berlebihan apabila alasan penertiban adalah mencegah mereka melakukan pengrusakan di TNWK, karena setahu saya mereka sudah di sana sejak 1957-an, dan tidak melakukan pengrusakan," kata dia.

Senada dengan Hendrawan, Rama juga menyatakan keberadaan mereka di TNWK dapat membantu pemerintah untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di sepanjang pantai timur Sumatra.

"Tinggal pemerintah melakukan pembinaan saja, dan mereka bisa membantu penyelamatan lingkungan," kata dia.

Sejak 15 Juli 2010 lalu, petugas gabungan dari polisi kehutanan, aparat kepolisian, dan sejumlah LSM lingkungan melakukan penertiban terhadap empat kampung ilegal nelayan di wilayah Taman Nasional Way Kambas.

Empat perkampungan yang ditertibkan adalah wilayah Kuala Kambas, Sekapuk, Wako Gubuk dan Wako Kali, semuanya terletak di tepi Pantai Timur Sumatra.

Sebagian besar rumah yang berdiri di perkampungan itu adalah rumah semi permanen, yang digunakan para nelayan yang mencari ikan di sekitar laut tersebut.

Awalnya, jumlah penghuni di kawasan tersebut sebanyak 500 orang, namun sebagian memilih meninggalkan lokasi secara sukarela pascasosialisasi pada Januari 2010.

Balai Besar Taman Nasional Way Kambas memberi batas waktu pengosongan areal tersebut hingga April 2010.

Penertiban tersebut menjadi bulan-bulanan media lokal setempat, karena dianggap tidak mengidahkan nilai-nilai kemanusiaan terhadap para penghuni yang gubuknya dihancurkan.
(T.ANT-046/P003)


Sumber : ANTARA News (Selasa, 20 Juli 2010 14:31 WIB)

2010-08-31

Populasi Anoa Gorontalo Susut Akibat Perburuan

Gorontalo (ANTARA News) - Populasi hewan khas atau endemik Sulawesi, yakni anoa yang tersebar pada tiga hutan di Gorontalo, terus mengalami penyusutan akibat tingginya tingkat perburuan.

Abdul Haris Mustari, peneliti anoa dari Institut Pertanian Bogor , memperkirakan populasi hewan yang bernama latin bubalus depressicornis ini, hanya tinggal 450, yang tersebar di hutan suaka marga satwa Nantu, cagar alam Panua, dan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

"Jumlah ini bisa terus menyusut, seiring dengan maraknya perburuan manusia, yang ingin mengkonsumsi dagingnya," kata dia di Gorontalo, Selasa.

Dia mengatakan, anoa banyak diburu, karena selain memiliki daging yang empuk dan cukup mahal harganya, juga dipercaya dapat menambah vitalitas.

Namun, menurut dia, pada umumnya daging anoa dikonsumsi oleh warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan tersebut, dan dijual dari rumah ke rumah.

Ia menambahkan, populasi anoa di seluruh kawasan hutan di pulau Sulawesi, juga terbulang sangat sedikit, jumlahnya tidak lebih dari 5000 ekor.

Selain diburu manusia, Ular Phyton juga dikenal sebagai salah satu predator alami yang mengancam keberadaan hewan yang sekilas mirip rusa ini.

Hal itu juga ditambah dengan tingkat perkembangbiakan anoa yang terbilang rendah, dimana sseekor anoa betina hanya melahirkan satu anak.
(T.KR-SHS/P003)


Sumber : ANTARA News (Selasa, 20 Juli 2010 10:42 WIB)

2010-08-30

Primata "Cantik" Ditemukan

Loris Horton Plains (istimewa)

London (ANTARA News) - Primata "cantik" yang sangat langka sehingga diduga sudah punah telah tertangkap kamera di hutan Sri Lanka untuk pertama kali, kata beberapa ilmuwan, Senin.

Loris Horton Plains yang ramping adalah hewan kecil malam hari yang dapat tumbuh sampai panjang tubuh 17 centimeter, dengan mata yang besar dan menonjol.

Primata tersebut, yang memiliki habitat di Sri Lanka, pertama kali ditemukan pada 1937 tapi hanya terlihat empat kali sejak saat itu.

Para ilmuwan terakhir kali melihat sepintas primata itu pada 2002, dan percaya hewan yang sukar dimengerti tersebut sejak itu telah punah.

Namun para peneliti lapangan, yang bekerja sama dengan Zoological Society of London, berhasil melacak hewan misterius itu di hutan di Sri Lanka tengah.

Untuk pertama kali di dunia, mereka dapat mengambil gambar satu loris ramping jantan dewasa yang sedang duduk di satu cabang pohon.

Tim lapangan tersebut dapat menangkap satu hewan dan melakukan pemeriksaan fisik, yang pertama dilakukan, sebelum melepaskan hewan itu kembali ke alam liar.

Namun, banyak ahli memperingatkan bahwa penggundulan hutan di Sri Lanka --yang kebanyakan diduga dilakukan dalam upaya membuat perkebunan teh di wilayah tersebut-- sekarang menjadi ancaman terbesar bagi loris itu.

Loris adalah nama umum bagi primata "strepsirrhine" dari sub-keluarga Lorine di dalam keluarga Lorisidae.

Craig Turner, ahli biologi konservasi di ZSL, mengatakan habitat hutan alamiah mereka telah dibagi buat pertanian dan pembalakan, sehingga memutus hewan "yang sangat cantik" itu dari pasangan mereka.

"Hutan tersebut sekarang telah dikotak-kotakkan jadi serangkaian pulau kecil," kata Turner kepada radio BBC.

"Mereka tak bisa pindah dari satu tempat ke tempat lain, mereka tak dapat berpasangan, berkembang-biak, sehingga itu memiliki dampak nyata pada kelangsungan hidup masa depan spesies tersebut," katanya.
(C003/A011)


Sumber : ANTARA News (Selasa, 20 Juli 2010 07:47 WIB)

2010-08-29

Balai Besar Way Kambas Bongkar Kampung Ilegal

Bandarlampung (ANTARA News) - Balai Besar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengatakan pembongkaran empat kampung ilegal di hutan lindung itu sudah sesuai prosedur.

"Sosialisasi sudah kami lakukan sejak Januari 2010. Dari 500 kepala keluarga yang tinggal di wilayah tersebut, kurang lebih 453 KK diantaranya sudah meninggalkan kawasan sebelum batas waktu pengosongan per April 2010," kata Kepala Balai Besar TNWK, John Kennedie, di Bandarlampung, Senin.

Dia menyebutkan telah menempuh semua prosedur sebelum pembongkaran pada 15 Juli 2010, dan tindakan tersebut sesuai dengan UU No 5 Tahun 2010 dan UU No 41 Tahun 1999.

"Dalam aturan jelas, kawasan taman nasional harus terbebas dari pemukiman dan perambahan, sehingga apa yang kami lakukan ini mengacu kepada hal tersebut," katanya.

John menyatakan, pembongkaran adalah langkah terakhir untuk mengosongkan area taman nasional dari pemukiman liar, karena semua prosedur persuasif sudah diambil.

"Ada pemberitahuan resmi, ada sosialisasi, ada batas waktu pengosongan yang berakhir pada April 2010 kemarin, jadi tidak serta merta main gusur," katanya.

Ia mengatakan, lebih dari 90 persen masyarakat yang membangun gubuk di empat perkampungan ilegal tersebut secara sukarela telah menghancurkan gubuknya sendiri, sementara yang ditertibkan saat ini hanyalah sebagian kecil warga yang enggan mengindahkan ajakan persuasif tersebut.

"Jumlah total yang masih tinggal hanya 47 kepala keluarga, sebelumnya ada 500-an kepala keluarga yang membangun gubuk liar di sini, silakan anda simpulkan sendiri," katanya.

Sejak 15 Juli 2010, petugas gabungan dari polisi hutan, polisi, dan sejumlah LSM lingkungan membongkar empat kampung ilegal nelayan di wilayah Taman Nasional Way Kambas.(*)

ANT/H009/AR09


Sumber : ANTARA News (Senin, 19 Juli 2010 10:35 WIB)

2010-08-28

Kulit Harimau Gagal Diselundupkan

Pekanbaru (ANTARA News) - Kepolisan Kota Besar Pekanbaru berhasil menggagalkan penyelundupan tiga kardus tulang belulang dan kulit Harimau Sumatera yang berasal dari Medan dan rencananya akan dikirim ke Malaysia dan Singapura.

Kapoltabes Pekanbaru AKBP Mujiyono melalui Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Sapta Maulanan Marpaung di Pekanbaru, Minggu, mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku yakni Yoga Rusdiansyah(26), warga Jalan Rintis nomor 10 Pekanbaru, ketika membersihkan kulit dan tulang belulang harimau di rumah Hidayat Saldi(45).

"Penangkapan pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat mengenai adanya pengiriman tulang belulang dan kulit harimau. Untuk Yoga dikenakan status tersangka, sedangkan untuk Hidayat masih berstatus saksi dikarenakan ia hanya bertugas membersihkan kulit dan tulang harimau," ujarnya.

Dikatakannya, rencananya kulit dan tulang harimau (Panthera tigris sumatrae) yang dikemas tersebut akan dikirim ke Malaysia dan Singapura dengan nama pengirim Ed yang beralamat di Medan.

Kulit dan tulang-belulang harimau tersebut dikirim dari Medan oleh Ed, kepada Gt(46), salah seorang kurir yang beralamat di Jalan Kampar nomor 38 Pekanbaru.

"Rencananya Gt ini yang akan mengirimkan paket tersebut ke Malaysia dan Singapura," jelasnya.

Ia menambahkan saat ini pihaknya sudah memasukkan Ed dan Gt dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan untuk Yoga dan Hidayat, saat ini menjalani pemeriksaan guna pengembangan jaringan lainnya.

"Dikhawatirkan penyelundupan ini dilakukan oleh sindikat yang sudah berpengalaman," kata dia.

Untuk Yoga, lanjutnya, telah melanggar pasal 40 Undang-Undang konservasi sumber daya alam hayati dan eksositem.

External Communication WWF Riau Afdal Mahyudin mengatakan tulang belulang dan kulit harimau merupakan organ utama yang diperjualbelikan dalam perdagangan harimau.

"Biasanya digunakan untuk pengobatan tradisional," jelasnya,.

Menurutnya, saat ini habitat harimau sumatera dari hari kehari semakin terancam. Selain diakibatkan oleh perburuan liar, juga disebabkan oleh izin konsesi yang diberikan pada perusahaan Pulp and Paper.

"Populasi harimau di Sumatera diperkirakan sekitar 350-400 ekor. Sedangkan untuk Riau, saya tidak tahu pasti. Namun dipastikan akan terus berkurang, mengingat pada 2009 lalu, pemerintah memberikan izin konsesi seluas 130 ribu hektare bagi perusahaan pulp and paper," kata Afdal.

Ia mengharapkan kedepannya pihak pemerintah lebih jeli dalam melindungi harimau sumatera ini, dikarenakan populasinya yang kian terancam. (KR-IND/R010)


Sumber : ANTARA News (Minggu, 18 Juli 2010 21:09 WIB)

2010-08-27

Upaya Konservasi Tidak Harus Berbentuk Kawasan Lindung

Bedugul, Tabanan (ANTARA News) - Ahli ekologi hutan Dr Douglas Sheil menyatakan bahwa pembahasan masalah konservasi tidak harus dalam bentuk kawasan lindung.
"Karena faktanya banyak kegiatan masyarakat yang melestarikan satwa atau alam di luar kawasan konservasi," katanya pada lokakarya media mengenai laporan tentang keanekaragaman hayati di Kebun Raya Bedugul, di kawasan Candi Kuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, kemarin.

Kegiatan yang digagas Pusat Penelitian Kehutanan Antarbangsa (CIFOR) itu diadakan menjelang pertemuan rutin tahunan ATBC (Association for Tropical and Conservation) di Bali pada 19-23 Juli 2010.

ATBC merupakan organisasi profesi terbesar dan tertua di dunia dalam hal biologi dan pelestarian alam tropika.

Organisasi itu telah melakukan pertemuan tahunan rutin sejak tahun 1963, terutama di negara tropis, dan pada tahun 2010 Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dengan penanggung jawab kegiatan LIPI dan Universitas Indonesia.

Menurut Douglas Sheil --yang sebelumnya peneliti CIFOR--belum tentu dengan diformalkan kawasan lindung betul-betul terlindungi.

Ia mengatakan bahwa dalam banyak kasus secara formal suatu area tidak masuk dalam kawasan lindung, tetapi dijaga masyarakat karena nilai konservasinya tinggi.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajukan pertanyaan mengapa konservasi harus dilakukan, yakni apakah karena bermanfaat atau karena banyak keanekaragaman hayati yang terancam punah.

Menurut dia, hal paling mendasar dari apapun faktor penyebabnya, konservasi keanekaragaman hayati memang sangat dibutuhkan manusia.

Ia memberi contoh bahwa semua makanan berasal dari keanekaragaman hayati.

Sementara itu, ahli taksonomi tumbuhan LIPIB Dr Teguh Triono, SP, MSc menjelaskan bahwa diperlukan sebuah protokol internasional, khususna mengenai pembagian keuntungan dari mana keanekaragaman hayati itu berasal.

"Dengan adanya protokol internasional itu diatur perjanjiannya," katanya.

Ia mengemukakan banyak pihak berkepentingan atas kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan berkeinginan melakukan berbagai cara untuk mengambilnya.

"Hal ini sudah kejadian, seperti meminta tolong mahasiswa, membayar orang, perusahaan farmasi, lembaga penelitian asing, mereka butuh keanekaragaman hayati, baik hewan, tumbuhan maupun mikroba," katanya.

Dengan adanya protokol itu, kata dia, diatur perjanjiannya, yakni bisa mengambil asal dipenuhi kriteria minimalnya.

Misalnya, harus sesuai hukum nasional negara yang bersangkutan, yakni bila mau mengambil harus seizin otoritas nasional.Jika otoritas nasionalnya Kementerian Ristek atau LIPI, mesti seizin lembaga dimaksud.

Menurut dia, jika kemudian yang diambil jadi bahan obat yang berfungsi mengobati penyakit, artinya sudah ada perhitungan keuntungan, yakni berapa untuk negara asal di mana tempat masyarakat yang diambil.

"Bila dari Sulawesi maka berapa yang dihitung, itulah yang diatur dalam protokol," katanya.(*)
(A035/R009)


Sumber : ANTARA News (Minggu, 18 Juli 2010 18:12 WIB)

2010 KELOMPOK PEDULI ALAM DJEMARI PEKANBARU (Riau) Advanture

Privacy Policy - KELOMPOK PEDULI ALAM DJEMARI PEKANBARU (Riau) Copyright @ 2011 - Theme by djemari.org