2009-07-16

Kabut Asap, Jadwal Penerbangan Kacau

Laporan BUDDY SYAFWAN, Pekanbaru buddysyafwan@riaupos.com
Kabut bercampur asap yang kini masih terjadi di wilayah Riau, kini menjadi momok bagi jadwal penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Akibat tebalnya kabut asap, setidaknya dua pesawat harus delay yakni pesawat milik RAL dan Batavia Air, sedangkan pesawat Air Asia terpaksa harus terbang berputar (holding) di udara Pekanbaru menunggu menipisnya kabut asap hingga mencapai batas ideal jarak pandang.

Dari informasi yang didapat Riau Pos, Rabu (15/7) di Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru tentang kondisi cuaca, sejak pagi pukul 07.00 WIB, jarak pandang untuk penerbangan memang terganggu, karena berada di bawah standar izinnya, hanya 700 meter. Situasi ini mulai membaik pukul 08.00 WIB yang mencapai jarak pandang 1.000 meter, dan terus membaik hingga pukul 12.00 WIB sudah berada di 3.000 meter seiring dengan angin bertiup semakin kencang dan menggeser kabut asap dari udara Pekanbaru.

Akibat kabut asap, maskapai penerbangan Riau Airlines, dengan nomor penerbangan RIU 121 yang membawa 39 penumpang tujuan Medan yang seharusnya take-off pukul 06.30 WIB, harus delay selama 1,5 jam, dan baru pukul 08.00 WIB terbang. Begitu juga dengan maskapai penerbangan Batavia Airlines dengan nomor penerbangan 7P 564 kondisi penumpang full, meski memulai penerbangan tujuan Jakarta Pukul 10.35 WIB, namun karena keadaan cuaca belum aman untuk terbang, maka memilih untuk delay 1,5 jam, dan baru pukul 12.00 WIB bisa aman terbang.

Sementara itu, cuaca buruk dengan jarak pandang terbatas ini tidak hanya mengganggu keberangkatan dari Bandara SSK II, tapi juga merusak jadwal kedatangannya. Terjadi pada pesawat yang datang dari Jakarta, Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 7430. Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta dengan cuaca bagus, namun ketika sampai di Bandara SSK II, kondisi cuaca buruk, sehingga membatalkan pendaratan. Sambil menunggu cuaca bagus, maka kapten penerbangan, melakukan holding di udara Pekanbaru.

Seharusnya, Pesawat Air Asia yang datang dari Jakarta ini landing pukul 07.50 WIB dan baru aman masuk bandara 08.15 WIB, artinya, Air Asia holding selama 25 menit di udara. Menurut Station Manager Air Asia, Arnelvan, pesawat yang membawa 118 penumpang ini sempat akan dialihkan ke Batam jika dalam waktu yang ditargetkan kondisi cuaca belum membaik.

Saat dikonfirmasi Riau Pos kepada pihak maskapai masing-masing penerbangan di tempat yang berbeda, ketiganya menyebutkan kabut asap punca dari semua ini.

‘’Pesawat delay ini karena dipengaruhi kabut asap yang membuat jarak pandang menjadi terbatas dan tidak aman untuk terbang. bayangkan saja, dari batas standar turun menjadi 700 meter. Dari pada berisiko lebih baik ditunda (delay),’’ kata Distrik Manajer RAL, Rudi Beno.

Disebutkan Rudi, delay RAL juga terjadi di bandara Pinang Kampai Dumai, juga disebabkan oleh asap yang merusak jarak pandang untuk amannya penerbangan.(cr1/izl)


Sumber: Harian Pagi Riau Pos (Kamis, 16 Juli 2009 , 08:19:00)
Privacy Policy - KELOMPOK PEDULI ALAM DJEMARI PEKANBARU (Riau) Copyright @ 2011 - Theme by djemari.org