2009-05-27

120 Juta Dollar untuk Selamatkan Terumbu Karang

Kekayaan spesies terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya tampak berlimpah di Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Mei 2007. Segitiga Terumbu Karang yang disebut juga sebagai "Amazon of the Seas" mencakup wilayah perairan tengah dan timur Indonesia, Timor Leste, Filipina, Sabah-Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Salomon diperkirakan dihuni sekitar 3.000 spesies ikan.

JAKARTA, KOMPAS.com
- Dana hibah 120 juta dollar untuk pemeliharaan terumbu karang di Indonesia sebagai hasil pertemuan Coral Triangle Initative (CTI) di Manado belum bisa disalurkan, kecuali untuk propinsi yang selama ini telah melakukan pemeliharaan. "Untuk daerah baru belum ada yang mendaftar. Yang akan diberi adalah yang sudah berjalan (pemeliharaan terumbu karang) seperti daerah seperti NTT," kata Freddy Numberi, Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditemui setelah Rapat Pleno Hasil World Ocean Conference di ruang rapatnya, Jakarta, Senin (25/5).

Proses pengucuran dana tersebut, lanjutnya, menunggu berdirinya Sekretariat CTI. "Yang kedua menunggu kepastian tempatnya mau di mana (sekretariat tersebut)," katanya. Menurut Freddy, dari 6 negara anggota CTI, Indonesia dipilih sebagai tempat Sekretariat CTI. Ada dua pilihan yang sampai saat ini masih dibicarakan, Bali atau Manado.


Ketika ditanya wartawan kapan kepastian sekretariat itu berdiri, Freddy menjawab masih menunggu. Pembicaraan kembali dilakukan pada bulan Juni. CTI sendiri beranggotakan Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Timor Leste dan Kepulauan Solomon. Negara-negara ini, dalam pertemuan yang diselenggarakan di tengah WOC 11-15 Mei 2009, menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan terumbu karang seluas 75.000 kilometer persegi dengan penyediaan dana internasional sebesar 250 juta dollar untuk keenam negara.


Sumber: Kompas
(senin, 25 Mei 2009 | 14:25 WIB)
Privacy Policy - KELOMPOK PEDULI ALAM DJEMARI PEKANBARU (Riau) Copyright @ 2011 - Theme by djemari.org