2009-05-24

Di Jatim, Jual Beli Satwa Liar Masih Marak

Di Jatim, Jual Beli Satwa Liar Masih Marak

JEMBER, KOMPAS.com - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, Novianto Bambang, mengakui, masih marak jual beli satwa liar yang dilindungi di Jawa Timur.

Novianto mengemukakan itu, di sela-sela menghadiri acara pemberian santuan kepada korban yang diseruduk banteng di kantor BKSDA Wilayah Jatim III di Jember, Jumat (22/5).

Menurut dia, beberapa petugas BKSDA menangkap pedagang yang memperjualbelikan satwa yang dilindungi seperti kakak tua, burung nuri, dan penyu. "Tahun lalu terungkap penjualan daging penyu satu kontainer dan masih banyak penyelundupan satwa liar di Jatim ke luar negeri," katanya mengungkapkan.

Petugas BKSDA Jatim, kata dia, berhasil mengagalkan penyeludupan ratusan karung kulit/daging penyu di sekitar bundaran keluar pintu tol Tanjung Perak, pada tahun 2008 lalu.

Satwa liar yang paling banyak diperjualbelikan, kata dia, seperti jenis burung kakak tua dan burung nuri yang diduga kuat penjualan itu dilakukan melalui sindikat atau jaringan yang cukup rapi. "Petugas BKSDA Jatim melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap peredaran penjualan satwa liar di wilayah Jatim," katanya menegaskan.


Ada beberapa kasus penyelundupan, kata dia, sedang diselidiki oleh petugas BKSDA, namun belum bisa dijelaskan karena masih penelusuran terhadap kasus itu. "Terkadang banyak orang yang memelihara satwa liar, tanpa memiliki izin dan membeli secara ilegal dari orang yang tidak bertanggungjawab," katanya menambahkan.


Ia mengimbau warga di Jatim untuk memelihara kelestarian alam dan aneka ragam satwa liar yang dilindungi di Indonesia serta tidak menyelundupkan ke luar negeri.


Sumber: Kompas
(Jumat, 22 Mei 2009 | 18:21 WIB)
Privacy Policy - KELOMPOK PEDULI ALAM DJEMARI PEKANBARU (Riau) Copyright @ 2011 - Theme by djemari.org